Bermula dari mata pelajaran Bahasa
Indonesia nih dimana kompetensi dasar yang diharapkan, siswa mampu
mengungkapkan pikiran dan perasaannya dengan menulis puisi bebas. Sungguh, di
luar dugaan ternyata anak 8A dengan keluguan masing-masing, dengan kejelian
mata n hati serta dengan kelincahan bertutur mampu menangkap pesan-pesan yang
ada di sekeliling dan mengekspresikannya dalam goresan tinta sebuah karya. Asik
:D
Suatu kebanggan juga nih, ternyata kita,
siswa 8A nggak hanya mampu menulis di saat kita sedang mendapat tugas, tapi
euforia menulis puisi merebak begitu dalam hingga disetiap kesempatan kita
tumpahkan perasaan kita dalam note. Cantik, menarik, lugu, energik, namun juga
memberi inspirasi doongs.
Membaca Antologi “Pesan Tak Singkat”
menyentak pembaca untuk membaca dunia kita, dunia siswa dengan memori dan
gejolaknya. Kepedihan, kepiluan hati, kerinduan, keriangan, kebahagiaan maupun
keluguan dan kelucuan terangkum dalam bait-bait indah yang mewakili rasa dan
fikir masing-masing. Sejuta rasa yang terangkai adalah simbol rasa cinta kita, rasa
yang akan tetap dan slalu bergema dan perpesan luas untuk semua. Walaupun
dibaca dengan singkat, tetapi pesan-pesan yang terkandung didalamnya penuh
sirat. Eeeaaaa :D
Ga bisa dipungkiri kelincahan anak-anak
reaction menulis adalah bukti perasaan mereka yang polos, ga mbuat tulisan kita
polos tanpa klimaks. Kita ngumpulin semua yang kita punya dan menjadikannya
sebuah buku antologi puisi sederhana yang punya arti dan pesan luar biasa.
Semoga dengan adanya buku ini,
anak-anak seumuran kita pada umumnya dan warga spedusa pada khususnya dapat
lebih terpacu dan percaya bahwa kita bisa membuat puisi yang menjadi bukan
puisi biasa. Dan semoga adanya buku ini bukan hanya menjadi hiburan semata
tetapi juga bisa menjadi tambahan wawasan dan referensi para pembacanya. Happy
reading n enjoy this book guys ^^

Tidak ada komentar:
Posting Komentar